Sombong dan sabar

Surodiro Joyodiningrat Lebur Dening Pangestuti = Ilmu yang didapat jangan buat kesombongan karna akan hancur dengan Kesabaran ◦◦◦◦◦

Advertisements

Filosofi Vespa Part 2: Memiliki Karakater Kuat Membawa Kebanggaan

Filosofi lainnya yang saya dapatkan dari Vespa Tua saya adalah mengenai kebanggan. Begini ceritanya, setelah Sang Vespa Tua dapat kembali hidup, maka apalagi yang saya lakukan kalau bukan mengajak istri saya jalan-jalan dengan Vespa Tua yang telah saya kendarai sejak SMA itu. Jalan malam-malam bersama istri untuk pergi belanja dengan Vespa Tua, yah walau jujur sempat ada sedikit hambatan dan perlu berhenti ketika pulang karena busi penuh sisa karbon pembakaran, namun tidak sampai 10 menit masalah pun selesai.

Vespa VBA1T 3 speed

Gambar dari: idearworks.blogspot.com

More

Filosofi Vespa Part 1: Berfokus Pada Tujuan Bukan Kesulitan

Sudah lama sekali tidak menulis di blog ini, ya tak apalah, namun tentu banyak sekali cerita perjalanan hidup ini yang terlewat tanpa tercatatkan. Kali ini saya baru saja mendapatkan pelajaran berharga, sangat berharga dan tentu ini berkaitan dengan judul yang sya tuliskan, yaitu mengenai VESPA.

Vespa Cel

Singkatnya begini, saya memiliki Vespa Tua(saya tulis dengan huruf awal kapital untuk menghormatinya). Vespa klasik tahun tua berbentuk bodi bulat itu saya beli, mungkin tepatnya dibelikan orang tua saya ketika saya SMA, kurang lebih 10 tahun yang lalu. Setelah lulus SMA dan saya melanjutkan kuliah di kota lain maka kenangan vespa itu hilang begitu saja. Masa-masa belajar mengenai mesin vespa dengan cara membongkarnya sendiri, dan karena tidak bisa hidup kembali maka terpakasa di bawa kebengkel sepertinya hampir terlupakan. Belum lagi jalan-jalan malam minggu dengan kawan-kawan SMA menunggang vespa sambil godain bencong di daerah Brawijaya, Jakarta Selatan, hahaha. Masa-masa nakal yang sepertinya telah lama berlalu. More

Cara Menysuun Model Bisnis

Pernahkah anda memulai suatu usaha yang berhasil kemudian mencoba usaha di bidang baru yang sangat berbeda dengan bidang anda sebelumnya? Lalu yang terjadi biasanya anda akan gagal. Karena tiap-tiap bidang bisnis memiliki karakternya tersendiri. Oke kita bisa mengatakan bahawa basic dan tujuan utama dari semua bisnis adalah revenue, namun bagaimana menajalankan operasioanl bisnis efektif dan efisien agar revenue itu maksimal? Itu yang perlu dipahami oleh pelaku bisnis di bidangnya masing-masing.

Itu sebabnya banyak Perusahaan besar memperbesar bisnisnya bukan pada bidang baru yang belum mereka kuasai, namun mengekspansi bisnis berdasar core bussines mereka. Nggak percaya? Laksmi Mital dengan pabrik baja-nya diseluruh dunia, KFC, McDonalds, Garuda dengan Citi Link-nya, Nestle dengan berbagai macam Consumer product-nya, Jaringan Hotel low budget yang banyak berkembang di Indonesia, pengusaha perkebunan kelapa sawit yang terus memperbesar lahannya, dll(Kecuali Virgin Group-nya RIchard Branson).

Berikut ini adalah Kiat menyusun model bisnis yang saya copy-kan dari Majalah Marketees, semoga berguna:

KIAT MENYUSUN BISNIS MODEL

Saat ini, lansekap bisnis tidak lagi sesederhana beberapa tahun lalu. Perkembangan teknologi, mobilitas yang semakin meningkat serta globalisasi mengubah perilaku konsumen, serta perilaku dunia usaha. Banyak perusahaan-perusahaan baru yang berhasil memanfaatkan perubahan tersebut dan dengan jeli memberikan penawaran produk ataupun jasa secara berbeda. Hal ini menciptakan tantangan baru bagi perusahaan-perusahaan yang telah berhasil menguasai industri, serta memaksa mereka untuk memikirkan kembali cara mereka, menjalankan bisnis untuk bertahan dari persaingan baru.

Untuk dapat bertahan di kondisi yang berubah-ubah dengan cepat, pebisnis harus dapat melakukan inovasi terhadap bisnisnya secara responsif terhadap perubahan tersebut. Dan keberhasilan inovasi tersebut sangat bergantung pada seberapa sesuai model bisnis yang dimiliki perusahaan dengan kebutuhan konsumen dan kondisi persaingan.

Model bisnis suatu perusahaan terdiri dari 9 elemen penting, yaitu segmen konsumen yang akan dilayani (customer segments), proposisi nilai yang ditawarkan (value proposition), saluran distribusi, penjualan, dan komunikasi (channels), hubungan dengan konsumen (customer relationship), sumber pendapatan (revenue stream), sumber daya yang utama (key resource), aktivitas utama (key activities), kerjasama (key partnership), dan struktur biaya (cost structure).

 

Elemen customer segment, mendefinisikan kelompok konsumen yang ingin disasar oleh perusahaan. Segmen konsumen ini dapat berupa segmen yang terbatas, atau segmen konsumen yang lebih besar. Kelompok konsumen membentuk suatu segmen apabila kebutuhan mereka merepresentasikan suatu penawaran khusus; mereka dapat dijangkau dengan suatu jaringan distribusi tertentu; mereka membutuhkan suatu cara komunikasi konsumen yang berbeda; atau bila mereka bersedia membayar untuk suatu penawaran tertentu.

Setelah menentukan segmen mana yang menjadi fokus utama dan segmen mana yang akan diabaikan, merupakan tantangan utama dalam penyusunan bisnis model, perlu disusun suatu list profil segmen untuk menentukan penawaran yang dapat diberikan. Pertanyaan-pertanyaan paling umum untuk menyusun profil segmen antara lain:

–       Apa yang dilihat konsumen di lingkungan sekelilingnya?

–       Bagaimana lingkungan tersebut mempengaruhi perilaku konsumen?

–       Apa yang konsumen rasakan dan pikirkan?

–       Bagaimana perilaku konsumen?

–       Apa yang menjadi ketakutannya?

–       Apa yang menjadi keinginannya?

Elemen value proposition, menjelaskan mengenai penawaran produk dan jasa yang akan diberikan kepada suatu segmen konsumen tertentu. Proposisi nilai ini yang akan membuat konsumen memilih perusahaan Anda dibandingkan dengan penawaran dari perusahaan lain.

Suatu proposisi nilai harusnya dianggap bermanfaat bagi segmen konsumen yang dituju perusahaan. Proposisi nilai yang ditawarkan dapat berupa produk terbaru, kinerja produk/ jasa, desain yang unik, status dari brand, harga, kemudahan akses, dan sebagainya.

Elemen channels, menjelaskan bagaimana perusahaan menjangkau konsumennya melalui jaringan distribusi maupun komunikasinya. Channels menjadi kontak antara perusahaan dengan konsumen yang sangat penting dalam membuat pengalaman pelanggan dalam penggunaan produk maupun jasa yang ditawarkan.

Channels mencakup jaringan untuk:

–       Membentuk pengetahuan konsumen mengenai produk dan jasa perusahaan.

–       Membantu konsumen mengevaluasi proposisi nilai perusahaan.

–       Menyediakan saluran bagi konsumen untuk mendapatkan produk dan jasa.

–       Menyampaikan proposisi nilai perusahaan kepada konsumen.

–       Menyediakan layanan tambahan setelah transaksi.

Elemen customer relationship, mendeskripsikan tipe hubungan konsumen yang ingin dibangun oleh perusahaan untuk berkomunikasi dengan konsumen. Tipe hubungan konsumen umumnya disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai dan fase perkembangan perusahaan, apakah masih dalam tahap akuisisi, retensi, atau peningkatan penjualan.

Tipe hubungan ini dapat bervariasi mulai dari yang diautomasi ataupun yang bersifat personal. Perusahaan dapat memberikan tipe hubungan personal melalui staf khusus untuk masing-masing konsumen, atau melalui berbagai media customer care seperti email, telepon, maupun live chat. Sedangkan untuk perusahaan yang mengharapkan konsumennya untuk lebih mandiri, umumnya menyediakan berbagai aplikasi customer care yang sudah diautomasi tanpa ada kontak langsung dengan staf. Tipe hubungan konsumen yang baru adalah melalui komunitas, perusahaan memfasilitasi komunitas konsumen untuk saling bertukar pengalaman.

Elemen revenue stream, menjelaskan bagaimana perusahaan akan mendapatkan pendapatan usaha dari konsumennya. Sumber pendapatan perusahaan ini dapat berasal dari satu penawaran utama atau dari penawaran tambahan lain. Untuk penawaran produk atau jasa apa saja konsumen akan membayar? Sumber pendapatan juga dapat berasal dari pihak ketiga lain, misalnya melalui iklan.

Sumber pendapatan dalam bisnis model dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu yang bersifat transaksional dan bersifat berulang-ulang. Pendapatan transaksional dihasilkan dari pembayaran konsumen atas pembelian produk atau jasa. Sedangkan pendapatan yang berulang-ulang biasanya diperoleh dari konsumen yang berlangganan terhadap produk/jasa atau dari layanan tambahan yang diberikan oleh perusahaan.

Elemen key resource, menjelaskan mengenai sumber daya dan aset yang diperlukan oleh perusahaan untuk menjalankan bisnis modelnya. Dengan sumber daya yang dimiliki, perusahaan dapat memberikan proposisi nilai yang ditawarkan, menjangkau dan berkomunikasi dengan segmen konsumen, serta menghasilkan profit. Sumber daya ini dapat dimiliki sendiri oleh perusahaan, menyewa, ataupun diperoleh dari pihak ketiga.

Key resource perusahaan dapat berupa:

–       Aset fisik, seperti pabrik, gedung, kendaraan, jaringan distribusi.

–       Sumber daya intelektual, seperti brand, pengetahuan, paten, hak cipta, database konsumen.

–       Sumber daya manusia, yaitu karyawan-karyawan dengan keahlian khusus.

–       Sumber daya finansial.

Elemen key activities, menjelaskan apa saja yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk memastikan bahwa bisnis modelnya berjalan dengan baik. Aktivitas utama ini berbeda untuk setiap bisnis model, dan diperlukan untuk memberikan proposisi nilai serta menjangkau konsumen. Misalnya sebuah pabrik perlu memiliki aktivitas pengendalian produksi dan persediaan, sedangkan sebuah retailer perlu memiliki manajemen rantai pasok.

Elemen key partnership, mendeskripsikan hubungan dengan pihak ketiga, misalnya supplier atau partner, untuk menjalankan bisnis model. Tujuan partnership antara lain untuk optimasi, mengurangi resiko, atau untuk mengakuisisi sumber daya atau aktivitas utama.

Bentuk kerjasama perusahaan dapat berupa:

–       Aliansi strategis, yaitu kerjasama dengan non-kompetitor

–       Coopetition, kerjasama strategis dengan competitor

–       Joint ventures, untuk membuat bisnis baru

–       Hubungan penjual-pembeli, untuk memastikan pasokan.

Elemen cost structure, menjelaskan biaya-biaya utama yang diperlukan untuk menjalankan bisnis model. Biaya-biaya ini dapat diidentifikasi setelah menentukan sumber daya yang dimiliki dan diperlukan, aktivitas yang harus dikerjakan, dan kerjasama yang akan dijalin.

Umumnya, suatu bisnis model dapat dibedakan menjadi dua jenis bisnis model, berdasarkan struktur biayanya:

–       Cost-driven, yaitu bisnis model yang berusaha untuk meminimalkan biaya

–       Value-driven, yaitu bisnis model yang lebih fokus pada penciptaan nilai, dengan tidak terlalu memperdulikan biaya.

Dalam penyusunan bisnis model, setiap elemen bisnis model dapat mempengaruhi keputusan terhadap elemen yang lain. Penyusunan bisnis model dapat dilakukan dengan empat cara, yaitu berdasarkan sumber daya yang tersedia (resource-driven), berdasarkan penawaran yang diberikan (offer-driven), berdasarkan konsumen yang akan dituju (customer-driven), atau berdasarkan struktur finansial (finance-driven).

Sumber: Majalah Marketeers

Tips Merawat Aki Kendaraan Agar Tahan Lama

Accu atau yang dalam keseharian bahasa Indonesia lebih sering dilafalkan dengan aki merupakan komponen vital bagi setiap kendaraan. Aki bertugas mensuplai arus listrik bagi kendaraan entah itu motor atau mobil yang biasanya digunakan untuk pembakaran mesin, sehingga bagi semua mobil atau sebagian motor yang menggunakan arus listrik DC untuk sumber pengapiannya, penggunaan aki bagaikan jantung dalam tubuh manusia. Tanpa kotak berisi cairan tersebut kendaraan anda tidak akan jalan. Maka merawat aki kendaraan merupakan hal yang mutlak jika kita tidak mau harus mogok dijalan.

aki kering

Sayang harus diakui kualitas aki saat ini tidaklah seperti periode tahun 90-an. Ketika dulu saya kecil saya ingat sekali bahwa bapak saya mengganti aki mobilnya di atas 5 tahun karena sudah melemah, saya masih ingat betul karena saya ikut merawat mobil tersebut dan selalu ikut ke bengkel. Namun saat ini ketika saya tanyakan penjual aki langganan saya di Jogja(sebelah barat Tugu, Toko Denso), usia pakai aki 2 tahun saat ini sudah merupakan umur yang bagus. Katanya sih memang kualitasnya sengaja diturunkan oleh pabrikan, tau sendirilah apalagi kalau bukan motif ekonomi. Sebel juga kali ya pabrikan besar tuh, perputaran barangnya lambat jika harus nunggu 5 tahun umur masa pakai aki 🙂 sehingga aki yang tadinya masuk dalam kategori part slow moving, mungkin saat ini sudah digolongkan menjadi part kategori fast moving, alias yang cepat dan rutin diganti.

Nah bagaimana agar pabrikan nggak terlalu kaya banget, karena terlalu banyak yang cepat ganti aki? Berikut Tips Merawat Aki Kendaraan:

  1. Untuk aki basah, jaga ketinggian permukaan air jangan sampai kering. Mutlak. Untuk aki kering, sebenranya aki kering tetap ada cairan di dalamnya namun tidak banyak anda tidak bisa memantaunya.
  2. Perhatikan kepala aki yang terhubung ke kabel, jika ada tumbukan kerak putih bersihkan dengan air hangat, setelah bersih lumuri dengan gemuk/grase.
  3. Jika kendaraan anda ingin ditinggal dalam jangka waktu yang lama sebaiknya lebas kepala terminal aki yang minus (-), lebih baik jika dua-duanya minus(-) dan positif(+). Ingat, untuk melepas dahulukan yang kutub minus(-). Untuk memasang dahulukan kutub positif(+). Mobil sekarang sudah full ECU terutama mobil Eropa(BMW, VW, Mercedes-Benz) harap konsultasikan dengan bengkel resmi, karena untuk beberapa kendaraan melepas aki bisa merest data ECU(komputer untuk  mesin) mobil anda.
  4. Untuk motor, diupayakan jika sudah lama motor tidak dipakai, ketika start pertama kali menggunakan kick-stater, lakukan beberapa kali di posisi kunci kontak off dan kemudian on-kan. Itu bisa membuat awet cilinder mesin yang belum terlumasi dan aki anda yang dayanya sudah sedikit berkurang.

Kerusakan aki biasanya terjadi pada sell aki-nya. Biasanya karena kualitasnya menurun, aki tidak dapat menyimpan listrik. Indikasinya kalau baru saja kendaraan jalan kemudian di-start akan nyala, tapi dipagi hari stater tidak kuat “ngangkat” karena dalam kurun waktu mesin mati, aki tidak dapat menyimpan listrik dan. Selain itu tips merawat aki salah satunya adalah dengan mengecek ke-asaman air aki, yang punya alatnya biasanya toko aki, setahun sekali bisa di cek, kasih Goceng-lah buat uang rokok tukang aki-nya. 🙂

Oh iya, aki basah saat ini biasanya sudah isi-langsung start. Jadi aki baru langsung isi cairan accu Zur kemudian bisa langsung di pakai. Cuman di toko langganan saya, disarankan untuk men-charge aki dulu sebelum dipakai, Gratis. Katanya sih supaya lebih awet, tapi terbukti kok ini sudah lebih dari 2 tahun aki belum bermasalah, dan rata-rata saya ganti diatas umur 2 tahun.

Semoga berguna 🙂

2013 GMC Acadia shows up with slightly new look

The new 2013 GMC Acadia and Acadia Denali, unveiled at the Chicago Auto Show, comes with a new exterior and safety features including the new front center air bag. The new cars retain the interior functionality popular with families, including the SmartSlide seating system, which allows easy access to the third row for both seven- and eight-passenger seating configurations.

Likewise, both the second and third row still fold flat for class-leading maximum cargo space, including the ability to carry 48-inch-wide sheet goods, such as drywall and plywood.

A chiseled, three-bar grille sits prominently in the new, more upright design. Diffused LED running lamps lend a premium look to the GMC Acadia and are standard on all models, regardless of whether standard projector beam or optional HID headlamps are selected. New taillamp detailing reflects the advancements up front.

The new GMC Acadia gets other subtle exterior design updates, including wrap-around rear glass and a new rear spoiler. New 18-, 19- and 20-inch wheel patterns complement the vehicle’s lines and stance.

The Acadia’s refined interior uses upgraded soft-touch materials, with French stitching that adds a tailored look and red ambient light flowing across the dashboard. SLT and Denali models get aluminum accents on the center console, doors and dash.

The new GMC Acadia will be the first vehicle on the market with GMC’s new front center air bag system, created to protect drivers and front passengers in far-side impact crashes where the affected occupant is on the opposite, non-struck side of the vehicle. It deploys from the inboard side of the driver’s seat and positions itself between the driver and front passenger.

Standard on the GMC Acadia Denali and available on other models are Side Blind Zone Alert and Rear Cross Traffic Alert systems. These systems use radar to watch spots the driver may not be able to see – and provide visible and audible warnings to help prevent collisions.

The new GMC Acadia Denali features redesigned exterior additions include:
• New, three-dimensional polished grille
• Redesigned lower front and rear fascias
• Body-color lower cladding and rocker moldings, rear fascia and fender flares
• Unique body-side moldings with chrome accents and Denali badges
• Dual flow-through chrome exhaust outlets integrated into the rear fascia
• 20-inch machined wheels

On the interior, the Acadia Denali adds standard comfort and safety features, including:
• Perforated leather seating and Denali-specific Cocoa Dune upholstery color
• Leather-wrapped steering wheel with wood inserts and power tilt/telescope
• Aluminum trim accents
• Heated and cooled front seats
• Accent lighting in footwells and lighted sill plates with Denali logo
• Color Touch navigation
• Side Blind Zone and Rear Cross Traffic Alert
• Dual SkyScape sunroof system, with sliding front sunroof and fixed rear section

All new 2013 GMC Acadia models are powered by a fuel-efficient, 3.6L direct injection V-6 with variable valve timing, producing 288 horsepower (215 kW) and 270 lb-ft (266 Nm) of torque. Front-wheel drive is standard on all trim levels, while the added control of all-wheel drive is available. Maximum towing capacity is 5,000 pounds (2268 kg).
2006cigr-Directory Site