Filosofi Vespa Part 1: Berfokus Pada Tujuan Bukan Kesulitan

Sudah lama sekali tidak menulis di blog ini, ya tak apalah, namun tentu banyak sekali cerita perjalanan hidup ini yang terlewat tanpa tercatatkan. Kali ini saya baru saja mendapatkan pelajaran berharga, sangat berharga dan tentu ini berkaitan dengan judul yang sya tuliskan, yaitu mengenai VESPA.

Vespa Cel

Singkatnya begini, saya memiliki Vespa Tua(saya tulis dengan huruf awal kapital untuk menghormatinya). Vespa klasik tahun tua berbentuk bodi bulat itu saya beli, mungkin tepatnya dibelikan orang tua saya ketika saya SMA, kurang lebih 10 tahun yang lalu. Setelah lulus SMA dan saya melanjutkan kuliah di kota lain maka kenangan vespa itu hilang begitu saja. Masa-masa belajar mengenai mesin vespa dengan cara membongkarnya sendiri, dan karena tidak bisa hidup kembali maka terpakasa di bawa kebengkel sepertinya hampir terlupakan. Belum lagi jalan-jalan malam minggu dengan kawan-kawan SMA menunggang vespa sambil godain bencong di daerah Brawijaya, Jakarta Selatan, hahaha. Masa-masa nakal yang sepertinya telah lama berlalu.

Namun satu hal yang masih ada di ingatan saya, menunggang Vespa Klasik Tua itu begitu mengasyikkan, entah apanya yang asyik walaupun suka mogok bolak-balik ke bengkel sampai nguras dompet, tapi itu merupakana fakta yang saya ingat samapi sekarang. Mungkin ada perasaan bangga menunggang motor tua yang terlihat unik atau lucu karena serba bulat. Kenangan itu yang tersimpan, hingga tiba saatnya vespa itu berada di dekat saya kembali saat ini, maka niatan untuk mengulang momen itu sepertinya bergelora kembali dalam batin saya.

Saya cuci dan bongkar sendiri Vespa Tua yang sudah hampir 10 tahun  mati itu. Ketika saya buka ruang mesin di sebelah kanan vespa, hal pertama yang saya lihat adalah sampah plastik yang ternyata adalah sarang tikus. Sambil saya cermati ternyata kabel-kabelnya putus semua digigiti tikus. Saya cari di internet buku Manual Vespa Tua saya tipe VBA1T ternyata ada, saya lihat skema perkabelannya dan berhasil. Bukan hanya sampai di situ perjuangan kembali menghidupkan Vespa Tua, masalah kaburator jadi kendala. Ternyata karburator Vespa saya sudah tidak asli, entah dari awal dulu atau pernah ditukar oleh bengkel jahil ketika servis dulu. Maka setelannya tidak bisa sempurna, tidak hilang akal saya bongkar, bersihkan, dan saya belikan part lokal pengganti.

Semua proses menghidupkan Vespa Tua saya lakukan sendiri, entah mengapa rasanya ketika Vespa Tua itu mati dan saya bawa kengkel sepertinya hati ini tidak rela, padahal saya hanya berbekal pengalaman reparasi Vespa semasa SMA dulu, selain itu bantuan petunjuk e-book mengenai Vespa yang banyak bertebaran di internet cukupa banyak membantu.

Di suatu hari saya pernah berjuang selama 6 jam untuk menghidupkan mesin yang ternyata setelah itu tidak hidup juga. Saya berpikir dalam batin saya, benar-benar menguras tenaga dan pikiran padahal pada saat itu saya sedang ada target kerjaan. Kemudian terpikir, “Cukup sudah perjuangan menghidupkan Vespa Tua, ini hanya buang-buang waktu”, sambil saya merasa dongkol dengan Vespa Tua tersebut.

Namun apa yang terjadi, kenangan indah mengendarai Vespa Tua itu menjadi tujuan yang sangat jelas di benak saya dan itu terus terbayang-bayang dalam keseharian saya. Hingga rasa dongkol dan lelah saya pupus karena angan-angan bisa mengendarai Vespa Tua lagi layaknya ketika SMA dulu. Beberapa hari berlalu tanpa direncana badan ini bergerak mendekati Vespa Tua sambil membawa peralat kunci pas. Sehari tidak jadi , beberapa hari kemudian berlanjut lagi, dan seterusnya. Hingga pada akhirnya sang Vespa Tua dapat hidup kembali karena utak-atik saya dibantu dorongan dari Yang Maha Kuasa.

Filosofi yang saya dapatkan dari perjalanan saya ini adalah, betapun kita kesulitan dalam menggapai hal yang kita cita-citakan, TANAMKAN dalam diri kita tekad yang kuat dalam batin kita dengan cara membayangkan nikmatnya cita-cita tersebut secara jelas dalam pikiran kita. Fokuskan  pada pencapaian, sehingga kita bertindak bukannya fokus pada kesulitan  yang kita hadapi. Ketika tekad akan pencapaian cita-cita itu besar karena pembayangan yang sangat jelas, maka ketekunan dan fokus adalah dampak selajutnya yang akan mengantarkan kita pada cita-cita tersebut. Hal ini telah tertulis jelas dalam buku The Secret yang sudah 4 tahun yang lalu saya baca, atau buku Dream Book-nya Rangga Umara si Juragan Pecel Lele. Saya baru menyadari ternyata itu rumus universal pencapaian kesukesesan oleh orang-orang yang sudah lebih dulu sukses.

Advertisements

1 Comment (+add yours?)

  1. Trackback: Filosofi Vespa Part 2: Memiliki Karakater Kuat Membawa Kebanggaan « Java Madura Antik mebel& Joglo Yogyakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: