Tips Memilih Bahan Rumah Joglo

Sejarah selalu berulang. Zaman dahulu hingga sekarang emas selalu dijadikan sebagai standar suatu kemapanan, konon ketika Candi Mendut dipugar dibagian bawahnya terdapat emas. Begitu pula dengan rumah joglo. Rumah Joglo atau yang secara singkat biasa disebut joglo merupakan rumah adat jawa yang merupakan simbol kemewahan pada zamannya.

arsitektur Joglo

Berbeda dengan rumah limasan yang merupakan rumah mayoritas orang jawa dulu dipedesaan rumah joglo biasanya merupakan rumah patih, rumah lurah, atau rumah-rumah orang yang memegang kekuasaan layaknya orang tua dari pahlawan nasional,  R.A. Kartini, yaitu bapak Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yang merupakan seorang bupati. Secara sekilas rumah limasan atau joglo tidak dapat dibedakan oleh orang awam jika dilihat dari luar, namun jika diperhatikan pada bagian puncak rumah Joglo jika dilihat dari luar memiliki puncak yang lebih sempit dibandingkan rumah limasan.

Lalu bagaimana caranya memilih bahan rumah joglo? Mengapa penulis sebut dengan kata “bahan”? Karena yang dimaksud disini adalah rumah joglo lawas yang ingin didirikan atau dipindahkan atau dibangun menjadi tempat tinggal baru di atas tanah kita. Bahan dari rumah joglo lawas biasanya didapatkan dari daerah jawa tengah, seperti kudus, Pati atau Jepara. Namun saat ini sudah banyak sekali rumah joglo dari kudus yang telah berpindah tempat, apalagi kalau bukan karena dibeli oleh para pedagang, beberapa pedagang banyak yang berasal dari Jogjakarta. Sehingga kudus yang tadinya banyak berdiri rumah joglo saat ini telah berkurang sekali jumlah. Ada juga yang berasal dari daerah jogja, Klaten atau Wonosari. Namun Joglo dari 3 daerah yang disebutkan terkahir memiliki bentuk yang sedikit berbeda. Contohnya Joglo dari daerah Jogjakarta atau Wonosari, memiliki bentuk yang kotak polos pada tumpang sari-nya tanpa ada ukiran, namun jumlah kubik kayunya biasanya lebih banyak karena ukuran kayu-kayunya yang lebih besar-besar.

gebyok rumah joglo

Secara kualitas dari bahan kayu rumah joglo lawas, biasanya ada saja kekurangannya. Ya namanya barang dari kayu apalagi bukan masalah rayap atau teter. Ada saja bagian yang sudah termakan, namun jika anda beruntung bisa saja anda mendapatkan bahan rumah joglo dengan kondisi sangat istimewa, dengan bagian yang termakan rayap sangat sedikit. Hal itu bisa terjadi karena kayu-kayu jati pada zaman dulu bukanlah kayu jati seperti saat ini, dahulu kala jumlah kayu jati masih sangat berlimpah. Dan rata-rata, bahkan hampir semua kayu jati yang digunakan adalah kayu jati tua, sehingga sangat keras untuk dimakan rayap, berbeda dengan penggunaan kayu jati baru saat ini yang biasa dijadikan untuk bahan mebel atau rangka atap rumah, banyak yang berbahan kayu jati muda sehingga mudah terserang rayap. Solusi untuk kayu jati muda ini biasanya di oven, bisa saja demikian namun resiko termakan rayap tetap lebih besar dibandingkan dengan kayu jati yang tua dan mengering secara alami….. (bersambung)

Advertisements

3 Comments (+add yours?)

  1. Trackback: Java Madura Pedagang Furniture Antik di Jogja yang Gemar Menipu « Java Madura Antik mebel& Joglo Yogyakarta
  2. Trackback: Tips Memilih Bahan Rumah Joglo (part 2) « Java Madura Antik mebel& Joglo Yogyakarta
  3. reza
    Jun 11, 2013 @ 18:25:36

    okee, ciamik bngtt

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: