Tips Memilih Bahan Rumah Joglo (part 2)

joglo-rumah-lawas

Bahan Rumah joglo lawas yang anda dapatkan dalam kondisi istimewa biasanya berharga lebih mahal, namun jangan kuatir, karena dengan harga lebih mahal tersebut biaya reparasi untuk perbaikan jadi dapat ditekan selain itu anda tidak perlu khawatir dengan kekutannya karena tidak ada kayu tambalan(hasil reparasi). Anda perlu jeli bila mendapatkan bahan rumah joglo lawas dalam kondisi istimewa, karena ada dua kemungkinan.

Kemungkinan yang pertama anda memang mendapatkan bahan joglo lawas tersebut dalam kondisi istimewa, karena bahan kayunya dulu betul-betul tua dan berkualitas, daerah(tanah) tempat beridirinya rumah joglo itu tidak banyak rayap sehingga kemungkinan terserang rayap secara masiv sangat kecil. Selain itu perawatan dari si pemilik rumah dulunya yang telaten, dan pencahayaan yang cukup pada bagian dalam sehingga kelembapan udara didalam rumah tidak berlebih  juga membuatnya tetap istimewa hingga sekarang. Bahkan yang pernah penulis temui, ada joglo yang sudah ratusan tahun hanya dengan sangat sedikit bekas rayap pada kayu-kayunya.

Kemungkinan yang kedua, ini yang terdengar kurang sedap. Biasanya bahan rumah joglo lawas tersebut bisa juga hasil kanibal dari beberapa rumah joglo yang sudah parah kondisnya. Jadi katakanlah ada 2 atau 3 joglo lawas dengan bagian yang sudah parah kondisinya digabungkan untuk saling melengkapi satu dan yang lainnya. Contoh, Joglo 1 masih bagus Soko guru(tiang utama)-nya, maka itu yang diambil, kemudian joglo 2 masih bagus usuk dan/atau reng-nya itu yang diambil, joglo 3 masih bagus pengeret tau gebyok-nya itu yang diambil. Sehingga ketika dirakit yang yang disatukan adalah bahan-bahan yang bagus-bagusnya saja. Tentu penggabungan itu dengan modifikasi oleh para tukang yang terampil.

atap tumpang sari

Apakah joglo dengan kemungkinan kedua tersebut jelek secara kualitas? Sebenarnya tidak, namun jika dibandingkan dengan anda mendapatkan bahan joglo lawas dengan kondisi SUPERB, istimewa dari “lahirnya” tentu secara kualitas dan kepuasaan sangat berbeda. Yang perlu ditilik lebih jauh adalah kejujuran dari pedagang rumah joglo tersebut. Apakah Bahan joglo itu full dari satu bongkaran atau rakitan dari beberapa rumah joglo.

Ada rekan pedagang yang jujur sekali, bukan hanya mengatakan itu rakitan atau modifikasi tapi bahkan juga mengatakan bahan kayunya apa, karena ternyata tidak semua rumah joglo lawas terbuat dari jati, ada pula yang terbuat dari kayu pohon nangka. Kayu pohon nangka atau biasa disebut kayu nangka sendiri sebenarnya merupakan bahan yang cukup bagus, dan sekilas jika orang awam yang melihat tidak bisa membedakan mana joglo lawas  dengan bahan kayu nangka tua atau kayu jati tua. Apalagi kalau itu merupakan kayu yang sama-sama tua, belum lagi jika sudah di”bedaki” atau dipelitur tipis maka sangat sulit untuk membedakannya. Apakah anda tidak kecewa jika Joglo yang terbuat dari kayu nangka dikatakan dari kayu jati?

Oleh karena itu menemukan pedagang rumah joglo lawas yang jujur sangat diperlukan, tidak seperti pedagang rumah joglo dikawasan Ring Road utara Jogja yang bernama Java Madura(pak Nauval bertubuh gemuk) yang kurang jujur dalam berdagang. Jika anda mampir dan ditunjuki beberapa joglo dagangannya, saran saya adalah bawa orang yang ahli atau mengenal betul dunia perkayuan khusunya kayu lawas. Karena dari keluahan beberapa pembeli ternyata bagian tumpang sarinya adalah kayu nangka namun dengan soko(tiang) kayu jati. Hal itu tidak masalah jika diungkapkan sebelumnya, dan dengan harga yang miring tentunya. Namun hal itu tidak dilakukan oleh pedagang lawasan di jogjakarta, Java Madura (Nauval)  yang tidak jujur.

Ada juga pembeli yang mengeluh karena ketika bertransaksi hanya ditunjuki foto, dengan alasan barangnya masih di Jawa Tengah, dan ketika sudah lunas dan sampai di Jogja, ternyata Joglo yang ada tidak sesuai dengan perkata’an Java Madura yang mengatakan kondisinya istimewa dengan sedikit rayap. Dalam bertransaksi membeli bahan rumah joglo lawas, saran saya seperti pada tulisan saya sebelumnya, JANGAN PERNAH PERCAYA DENGAN OMONGAN MANIS JAVA MADURA. Pelayanan yang ramah itu merupakan kewajiban bagi pedagang, namun yang terlalu ramah, terlalu banyak omong yang bertele-tele, terlalu banyak BERJANJI, dan terlalu melebihkan kualitas perlu anda waspadai.

Rumah joglo lawas bukanlah barang manufaktur yang bisa seragam kualitasnya, bisa ada setiap saat, bisa dijanjikan dengan tepat kondisinya. Rumah joglo lawas adalah barang seni tua yang perlu kejujuran dalam menjanjikan dan menjabarkannya, karena tidak selalu ada barang tersebut sesuai yang diinginkan oleh pembeli, memang betul uang bisa menentukan segalanya, tapi bagaimana jika anda menginginkan rumah joglo lawas asli bukan rakitan dengan kondisi SUPERB, dengan tiang ukuran 35 cm x 35 cm? Apakah uang kita bisa mendatangkannya dalam waktu seminggu.

Ingat, rumah joglo lawas bukan barang manufaktur. Diperlukaan kejujuran dari pedagang yang menawarkan bahan joglo kepada anda. Tipikal pedagang seperti Java Madura yang perlu anda waspadai, ramah harus, namun WASPADA terhadap omongan ramah yang bertele-tele seperti pemilik Java Madura merupakan hal bijak sebelum anda membeli rumah joglo atau barang antik di jogja. Jangan sampai anda ingin membelinya sebagai barang fisik kebanggaan anda yang dapat dilihat dengan senang, tapi kecewa ketika membelinya karena tertipu oleh pedagang joglo lawas yang tidak jujur dan berpikiran curang.

Tips Memilih Bahan Rumah Joglo

Sejarah selalu berulang. Zaman dahulu hingga sekarang emas selalu dijadikan sebagai standar suatu kemapanan, konon ketika Candi Mendut dipugar dibagian bawahnya terdapat emas. Begitu pula dengan rumah joglo. Rumah Joglo atau yang secara singkat biasa disebut joglo merupakan rumah adat jawa yang merupakan simbol kemewahan pada zamannya.

arsitektur Joglo

Berbeda dengan rumah limasan yang merupakan rumah mayoritas orang jawa dulu dipedesaan rumah joglo biasanya merupakan rumah patih, rumah lurah, atau rumah-rumah orang yang memegang kekuasaan layaknya orang tua dari pahlawan nasional,  R.A. Kartini, yaitu bapak Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yang merupakan seorang bupati. Secara sekilas rumah limasan atau joglo tidak dapat dibedakan oleh orang awam jika dilihat dari luar, namun jika diperhatikan pada bagian puncak rumah Joglo jika dilihat dari luar memiliki puncak yang lebih sempit dibandingkan rumah limasan.

Lalu bagaimana caranya memilih bahan rumah joglo? Mengapa penulis sebut dengan kata “bahan”? Karena yang dimaksud disini adalah rumah joglo lawas yang ingin didirikan atau dipindahkan atau dibangun menjadi tempat tinggal baru di atas tanah kita. Bahan dari rumah joglo lawas biasanya didapatkan dari daerah jawa tengah, seperti kudus, Pati atau Jepara. Namun saat ini sudah banyak sekali rumah joglo dari kudus yang telah berpindah tempat, apalagi kalau bukan karena dibeli oleh para pedagang, beberapa pedagang banyak yang berasal dari Jogjakarta. Sehingga kudus yang tadinya banyak berdiri rumah joglo saat ini telah berkurang sekali jumlah. Ada juga yang berasal dari daerah jogja, Klaten atau Wonosari. Namun Joglo dari 3 daerah yang disebutkan terkahir memiliki bentuk yang sedikit berbeda. Contohnya Joglo dari daerah Jogjakarta atau Wonosari, memiliki bentuk yang kotak polos pada tumpang sari-nya tanpa ada ukiran, namun jumlah kubik kayunya biasanya lebih banyak karena ukuran kayu-kayunya yang lebih besar-besar.

gebyok rumah joglo

Secara kualitas dari bahan kayu rumah joglo lawas, biasanya ada saja kekurangannya. Ya namanya barang dari kayu apalagi bukan masalah rayap atau teter. Ada saja bagian yang sudah termakan, namun jika anda beruntung bisa saja anda mendapatkan bahan rumah joglo dengan kondisi sangat istimewa, dengan bagian yang termakan rayap sangat sedikit. Hal itu bisa terjadi karena kayu-kayu jati pada zaman dulu bukanlah kayu jati seperti saat ini, dahulu kala jumlah kayu jati masih sangat berlimpah. Dan rata-rata, bahkan hampir semua kayu jati yang digunakan adalah kayu jati tua, sehingga sangat keras untuk dimakan rayap, berbeda dengan penggunaan kayu jati baru saat ini yang biasa dijadikan untuk bahan mebel atau rangka atap rumah, banyak yang berbahan kayu jati muda sehingga mudah terserang rayap. Solusi untuk kayu jati muda ini biasanya di oven, bisa saja demikian namun resiko termakan rayap tetap lebih besar dibandingkan dengan kayu jati yang tua dan mengering secara alami….. (bersambung)