Manusia sebagai objek
28 Oktober 2009
Kita sebagai objek tentu memiliki berbagai atribut,, objek di kelompokkan berdasarkan atributnya.
Dulu atribut itu berdasarkan kasta, keturunan seorang berdasarkan leluhurnya. Kehormatan manusia dipandang dari kasta ini karena jika kastanya sudah tinggi maka kekuasaan dan materi menjadi sesuatu yang pasti ikut bersamanya. Sehingga hampir tidak mungkin untuk berpindah status menjadi lebih terhormat.
Namun saat ini dunia semakin terbuka,, ya seperti cita-cita dari Sorros yang mendirikan Open Society. Manusia tidak lagi dipandang dari keturunannya saja, ada yang bergelar raden tapi makan aja susah, ada yg bergelar gusti tapi tidak mempunyai jabatan penting dalam kehidupan real. Memang keturunan masih dipandang sebagai SALAH SATU yang dipertimbangkan. Tapi yang utama saat ini ada dua hal menurut saya,,, mungkin ini agak fulgar dan tidak manusiawi tapi itulah yang terjadi saat ini. Yaitu uang dan pendidikan.
Yang pertama adalah uang. Bicara uang tidak bisa dipisahkan dengan istilah yang kata orang pinternya System Ekonomi. Mau orang itu bodoh, kalau dia bisa menghasilkan uang yang luar biasa dia pasti terpandang. Karena system ekonomi menciptakan prinsip keadilan dalam bicara uang. Uang tidak akan dihasilkan dengan mudah, kecuali dia sudah tahu caranya, dan dia tidak akan membagi caranya kepada orang lain dengan cuma2. Karena apa? Semakin mudah orang mendapatkan uang maka system akan menciptakan persaingan yang membuat orang akan susah mencarinya lagi dengan cara yang mudah. Sbg contoh: Seseorang membuka usaha tok di suatu kota, laris dan semakin besar. Maka akan banyak orang lain yang membuka toko serupa tentunya dengan harapan keuntungan besar yang paling tidak menyamai toko pertama tersebut. Mungkin pendapat ini tidak selalu betul,, ambil contoh MLM,,, mereka akan mengajak sebanyak-banyaknya karena mereka hidup dari downline2 baru. Dan bukan persaingan yang terjadi disini. Tapi ingat,, ketika suatu perusahaan MLM sangat sukses, akan tumbuh perusahaan2 MLM lain-lain, dan lihatlah jumlah perusahaan2 MLM2 saat ini, yang saling membagakan bahwa perusahaannya adalah MLM nomor satu di dunia. Tidak mudah mencari uang tanpa tahu caranya. Sebenarnya mudah, tapi mendapatkan caranya yang tidak mudah. Anda pikir Warren Buffet bekerja keras seharian didepan monitor untuk input data, atau mencangkul dari pagi hingga sore penuh dengan tetsan keringat?
ne’….
Tapi dia pasti punya satu cara, metode yang lebih mendalam daripada yang dibahas dari beberapa media dan buku yang telah mengulasnya.
Kalau anda tidak punya uang,, sekolahlah. Karena itu yang membuat kita terpandang, Membuat CV kita berkilau dengan riwayat pernah kuliah universitas hebat. Selain itu tentunya juga denagn kepandaian kita. Sehingga kita lebih bernilai untuk dipekerjakan bukan mempekerjakan. Kalau sudah ada pengalaman baru mempekerjakan… hehehe. Nama anda lebih harum jika menyandang gelar dan melampirkan ijazah dari sebuha perguruan tinggi negri ternama,,, daripada orang yang tidak kuliah. Walaupun BELUM TENTU yang tidak kuliah lebih bodoh.(Contohnya saya,,, tidak kuliah bodoh lagi. Jiakakakak- Joke)
Pendapat saya dua hal itu menjadi atribut yang sangat diperhatikan orang saat ini. Anda mau mengatakan toh manusia mati atribut tak dibawa,, betul. Tapi Objek tanpa atribut akan menjadi objek yang hambar.
Tapi memandang pribadi hanya dari atribut yang menempel dalam dirinya juga bukanlah hal yang bijak,,(ini menurut orang bodoh loh).
We must stand for something or we will fall for anything
7 Oktober 2009
Yes!! it must
CATAT!!!!
30 September 2009
Catat apa kesalahan mu!!!! analisa dan jadikan itu sebagai pelajaran!!!!
Kenapa harus malas mencatat,,,,,, ketika terjadi kedua kali baru terasa pentingnya mencatat dan mengambil PELAJARAN dari kesalahan-kesalahan KITA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Kecupan sebelum tidur
28 September 2009
Dulu kalau malam hanya mencium kening sang istri,,, tapi sekarang ada 2 kecupan. Istri dan si kecil
(hidup terus berubah,,,, sedang diri ini masih sprti yg dulu)
Tidak sekedar tidak ada.
28 September 2009
Kemarin istri diare padahal lagi menyusui, maka ketika pergi sekalian mampir apotek. Apotek pertama yang saya masuki adalh apotek biasa(dlm artian bukan apotek plat BUMN atau Apotek franchise) ketika saya bilang “Mbak,, Beli Norit” si penjual berkata ” wah nggak ada mas,,, lagi kosong”.
Tidak jauh dari apotek pertama taid ada apotek terkenal (milik perusahaan farmasi plat Merah). Ketika saya tanya “Apa ada Norit?…” si penjual berkata “Noritnya kosong mas….. sudah 3 bulan ini tidak di kirim”. Sy balik tanya “Sudah nggak produksi atau memang distribusinya terhambat?..”. Dia jawab “Kemungkinan kalo gini sudah nggak produksi mas”.
Apa perbedaan jawaban dari si penjual di apotek pertama dan Kedua? Penjelasan,, itulah perbedaannya. Tidak sekedar menjawab “tidak ada”. Tapi memberi penjelasan bahwa produk yang dicari seperti ini,,, sperti itu. Dan yang dilakukan oleh penjual di apotek ke dua adalah menawarkan produk subtitusi yang secara fungsi dan komposisi hampir sama. Si penjual menawarkan Diapet NR. setelah sy baca penjelasan di balik produk obat itu ternyata sama2 mengandung karbon aktif seperti Norit. Dan sy pun membeli Diapet NR 2strip,, setelaha sy ingat butuh Ponari,,,, eh salah Pocari sweeeett dan sy membeli 2 botol. Hanya gara2 penjelasan yg sedikit lebih rinci memicu transaksi yang padahal terdapat di apotek sebelumnya…. So, speak up bro.
**Norit:
Norit adalah obat yg saya kenal dari kecil, yaitu sebagai obat mencret,, atau setelah agak gede sy bilangnya diare. Terbuat dari bahan dasar Karbon aktif,, nggak tau kenapa ada kata aktif-nya. karena terbuat dari karbon maka fungsi dasarnya adalah sebagai PENYERAP dan dikeluarkan dalam bentuk kotoran, setelaha minum morit (di petunjuk 6-9 pil sekali minum) maka kotoran kita akan berwarna hitam.
Produk Norit sebagai produk yg lawas memiliki tantangan sendiri dalam pemasarannya. Berdasar majalah bisnis lokal yg sy baca, kendala dari pemasaran produk klasik seperti Norit ini adalah bagaimana melanjutkan branding ke generasi penerus, mengingat produk ini telah hidup lintas generasi. Dan payahnya produsen Norit ini selain tidak mengganti warna/gambar kemasan yang bisa me-refresh Norit itu sendiri di mata konsmen juga tidak ada aktifitas promosi. Jadilah produk itu hanya dikenang generasi tua,, sedangkan hidup saat ini telah berganti dengan generais penerusnya. Akibatnya,,ya seperti Norit ini. tanpa perubahan, tanpa promosi HILANG DI TELAN BUMI,,,
AS sekarang
25 September 2009
Mantan Chairperson Federal Reserve Alan Greenspan: Upaya The Fed mendorong stabilitas harga dengan meningkatkan suku bunga acuan dari mendekati nol persen, menurutnya, kemungkinan menghadapi tantangan dari politikus karena angka pengangguran naik ke posisi tertinggi sejak 25 tahun terakhir.
Angka pengangguran mencapai 9,7% pada bulan lalu atau mencapai 7 juta orang. Angka ini terbesar dibandingkan dengan semua periode resesi sejak Perang Dunia II.
utang AS re-latif tiga kali lipat dibandingkan produk domestik bruto, seperti pada 1980-an.
DIkutip dari valbury.
3 hari
25 September 2009
3hari tak dekat si kecil rasanya kanggennn bukan main.
atribut,,,,
25 September 2009
Hidup penuh dengan basa-basi, penuh dengan kepura-puraan,, penuh dengan atribute yang melekat dalam setiap pribadi.
Aku baru saja melihat proses kelahiran,,,, Lahir telanjang, polos, suci tanpa daya.
Ketika Hidup berjalan . . . . . .
Dan ketika mati pun kita tanpa daya dan hanya berlapis kain kafan.
Putriku terlahir,,, 2 orang buyutnya meninggal. Hidup hanya menumpang dan saling bergantian.
Aku hanyalah aku,,, yang enggan berbasa-basi, muak dengan kepura-puraan,, benci dengan atribute-atribute keduniawian.
Aku bak Karang yang menantang ombak…
GU turun
25 September 2009
GU kemarin TURUN melanjutkan penurunan sebelumnya setelah kemarin lusa melakukan konsolidasi. Nice prediction.
Kesabaran
25 September 2009
Alkisah di suatu perusahaan masuklah seorang cleaning service baru seorang wanita. Hari berlalu, kinerja sang cleaning service pun mengundang decak kagum atasannya. Kerjanya gesit, rajin, dan yg terpenting dia memiliki inisiatif mengerjakan sesuatu tanpa harus disuruh.
Pada suatu kesempatan sang atasan pun berbincang dengan wanita itu, ternyata sebelum bekerja sebagai cleaning service ini dia pernah bekerja di posisi cashier di sebuah restoran di kota besar. Kemudian sang atasan menarik kesimpulan, “Wah sayang sekali kalau orang yang punya potensi ini hanya di jadikan tukang bersih-bersih…”
Sebenarnya sang cleaning service pun agak minder jika hanya bekerja sebagai pegawai bersih-bersih, namun apa mau dikata restoran tempatnya dulu bekerja sudah gulung tikar dan untuk menyambung hidup dia harus balik ke kota kelahirannya untuk mecari kerja apapun yang penting halal.
Kemudian sang atasan bercerita kepada sang BigBos….”Bu cleaning service baru kita itu sebetulnya punya pengalaman kerja yang berharga,, dan pribadinya sendiri menurut saya adalah orang yang suka bekerja keras. Bagaimana kalau dia kita angakat untuk mengisi posisi ABC. Kan beberapa saat lagi kita butuh beberapa karyawan tambahan untuk pengembangan usaha bu?”
Sang BigBos pun mnyetujui,, namun dengan sayarat “Tunggu 6 bulan lagi, kita lihat bagaimana kesetabilan semangat kerjanya apakah masih bertahan….” Ujar sang BigBos.
Namun entah dari mana si cleaning service mendengar rumor bahwa dirinya akan dipromosikan untuk mengisi posisi ABC. Ketidaksabaran si cleaning service karena senetulnya bekerja dengan posisi yang sekarang adalah suatu kondisi keterpaksaan, padahal sebelumnya bekerja pada posisi yg cukup baik, belum lagi orang tuanya adalah orang yg terpandang di kampungnya. Membuat si cleaning service tidak sabar kapan dia bisa meninggalkan posisinya sekarang yg tidak bergengsi. Hingga akhirnya dia nekat menelpon sang BigBOS untuk menanyakan kapan dirinya akan di promosikan.
Setelah cleaning service menelpon, sang BigBos marah bukan main… Selain lancang, si cleaning service juga menyalahi prosedur organisasi. Hingga akhirnya dipecatlah sang cleaning service.
Keuletan, kerja keras, dan inisiatif yang cemerlang dari seorang cleaning service terhapus sudah oleh kelancangan yang tidak disadarinya. Selang beberapa bulan, perusahaan itu melakukan pengembangan usaha seperti yg sudah di rencanakannya dan merekrut banyak pegawai baru. Sedangkan si cleaning service beberapa saat yang lalu mampir ke perusahaan itu sambil bercerita pekerjaanya sekarang sebagai sukarelawan yang diabayr kecil dengan iming-iming akan diangkat menjadi PNS namun tak tahu entah kapan.
Dalam hidup kita kerap dalam posisi yang menurut kita tidak pantas kita alami,, entah itu kondisi kehidupan kita secara umum, keuangan, hubungan pribadi atau bahkan posisi jabatan. Dan kita mau secara cepat kondisi itu cepet berubah, dalam karir orang yang terlalu ambisius menunjukan secara langsung bahawa dia mengejar posisi atasannya,, SUSAH untuk berhasil. Karena dia menginginkan yang dimiliki oleh atasannya saat ini. Yang terpenting adalah memantaskan diri kita dengan upaya-upaya yang semaksimal mungkin dalam pekerjaan keseharian sehingga atasan sendiri yang menilai bahwa kita pantas untuk posisi yang lebih tinggi. Jangan tunjukan agresifitas kita mengejar posisi tertentu tappi tunjukan agresifitas kita dalam melakukan yang terbaik secara kontinyu..