Eka Prasetya PancaKarsa

25 Agustus 2009

TAP No. II/MPR/1978, 22 Maret 1978

1. SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA

1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masingĀ  menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab

2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup

3.Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya

4.Tidak memaksakan sesuatu agama dan kepercayaan kepada orang lain

2. SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia

2. Saling mencintai sesama manusia

3. Mengembangkan sikap tenggang rasa

4. Tidak semena-mena terhadap orang lain

5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan

6. Berani membela kebenaran dan keadilan

7. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain

3. SILA PERSATUAN INDONESIA

1. Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi atau golongan

2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara

3. Cinta tanah air dan bangsa

4. Bangga sebagai bangsa dan bertanah air Indonesia

5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika

4. SILA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN

1. Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat

2. Tidak memaksakan kehendak terhadap orang lain

3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama

4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan

5. Dengan itikat yang baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah

6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur

7. Keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan

5. SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

1. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan

2. Bersikap adil

3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban

4. Menghormati hak-hak orang lain

5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain

6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain

7. Tidak bersikap boros

8. Tidak bergaya hidup mewah

9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum

10. Suka bekerja keras

11. Menghargai kerja orang lain

12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial

http://jakarta45.wordpress.com/2008/11/20/eka-prasetya-pancakarsa/

——————————————————————————————————-

Manusia membuat aturan pasti memiliki tujuan yang baik. Hukum di ciptakan untuk memberi rasa ketentraman bagi sesama. Namun aplikasi yang terjadi tidak selalu seperti yang dicita-citakan.

Bagaimana suatu mahluk membuat aturan sendiri bagi kehidupan sesama kaumnya,, meskipun itu berniat baik, selalu di revisi demi menutup celah kekurangan tapi manusia hanyalah mahluk yang wajib mengabdi kepada ATURAN yang sudah hadir bersamaan ketika bumi ini diciptakan. Bukan sebagai pembuat peraturan yang memiliki banyak celah waluapun itu terlihat baik.

Aku berserah diri pada Sang Pengatur Alam Semesta dengan segala aturannya,, aku berusaha untuk menjadi abdi yang benar walaupun ego dalam diri ini masih sangat besar…Amien

I Broke The Rules

4 Agustus 2009

Hari ini pergerakan GU sngt sexy,, setelah akhir minggu kemarin GU menanjak,, hari ini GU melanjutkan penguatannya.

but,, I MISSED MY CHANCE

Seperti biasa sebelum pergerakan tajam biasanya pasar bergerak cukup dalam ke arah berlawanan namun sesaat. Dan setelah itu Booommm,,,,, harga bergerak jauh.
Dan yg terjadi pd sy adalah sy OP dng melanggar aturan,, yg seharusnya tidak boleh sell krn TF yg lebih besar belum confirm tapi sy nekat utk sell,,, dan yg terjadi hrg berbalik naik, naik,,, dan naikkk.
Lalu kenapa tidak buy saja setelah itu?
sy buy,, namun tidak lama,, dan sy closed setelah profit kembali ke 0 setelah sempat “bati” 10. Kenapa terburu? krn kondisi psikologis sy yg sdh lemah di hajar minus dr sell tadi dan cenderung mau return modal yg hilang,, dan takut kalau-kalau buy sy malah menambah jmlh minus. Sehingga apa……
Sehingga persepsi sy ttg pergerakan pasar terpengaruh oleh persepsi sy yg tak beralasan dan hanya berdasar perasaan karena paranoia akan kehilangan sesuatu.
Analisa tidak menjadi objektif,, dan paranoia menyebabkan kelemahan mental yg berujung pada tidak jernih dalam berpikir.

So bagi sy,,, kedamaian pikiran ketika trading merupakan kunci utama keberhasilan dalam trading.