Bagaimana bisa?

22 Juni 2009

Selesai membaca artikelĀ di http://www.detikfinance.com/read/2009/06/21/165614/1151542/4/ harga-minyak-bakal-tembus-us–90-di-2009 langsung gemesbukan main.

“Saat ini asumsi harga minyak pada APBN-P 2009 menggunakan asumsi harga US$45 per barel.”

Pemerintah menetapkan harga segitu untuk penyusunan APBN 2009. Ada yg salah? tidak. Hanya saja sy berpikir “kok bisa?”

Sy berhubungan dekat dengan orang perminyakan yang bekerja pada salah satu perusahaan minyak nasional terbesar,, orang itu pernah berkata yang intinya kurang lebih seperti ini

“Ketika harga minyak sedang rendah-rendahnya di akhir 2008 perusahaan kami meeting dengan konsultan dari luar. Konsultan menyarankan untuk tenang,,, karena pertengahan tahun depan harga(oil) akan kembali naik”

Setelah mendengar pernyataan itu sontak sy tergaket… pasalnya di bulan ini harga memang mulai naik. Bahkan dalam artikel di detik itu Kurtubi menyatakan akan sampai $ 90/brl… waulloh hualam,, siapa yg tau. dan di akhir pekan ini memang menunjukan gejala retrace ke $70.02/brl tapi Kurtubi sendiri mengatakan retrace ini hanya aksi profit taking sesaat. Udah baca kan?

Lalu bagaimana pemerintah bisa mematok harga di $45…. seperti innocence sekali. Yah,,,, namanya politik mana ada yg ngerti deh dibalik itu ada apa. Tapi apa ya masuk akal sih netapin harga di posisi segitu? kemudian akhirnya revisi lagi di $70. Apa pemerintah nggak punya akses informasi dari para bigboys di chicago sana ttg berapa harga minyak yang pantas dan akan “lari” keberapa minyak di 2009…

Lha wong perusahaan minyak aja tau akses informasi2 terbatas itu kok… Ada lagi informasi dari perusahaan minyak multinasional yang bewarna merah dan kunign pada logonya(mikir sendiriĀ  ya =))… ) Ketika harga minyak sedang berada di kisaran puncak untuk anggaran pendapatan 2009 mereka menetapkan estimasi harga minyak di sekitar $50-60/brl utk tahun 2009. Sehingga ketika minyak bener anjlok patokan pendapatan mereka tidak terlalu jumplang dri kondosi real..

Kebingungan sy bagaimana bisa Perusahaan2 minyak besar ini mendapatkan informasi-informasi terbatas akan harga minyak kedepannya? Apakah analisa teknikal? permainan BigBoys atau malah memang krn tindakan mereka sendiri…

Tinggalkan Balasan