Seperti Kangen Band….
26 Oktober 2008
Haa Kangen Band?? Apa saya fans-nya? yang jelas tidak. Tapi banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari band ini. Band asal lampung yang terkesan Ndeso ini telah memiliki banyak fans. Penghargaan Platinum pun telah mereka raih. Namun yang menjadi pertanyaan apa yang membuat mereka bisa meraih itu semua?
Kesederhanaan. Menurut saya itulah core value dari Kangen Ibu Band.
Lirik-lirik lagu mereka tidaklah berat seperti pujangga-pujangga Eropa. Mudah dipahami, diulang-ulang, dan dengan nada-nada yang sangat sederhana. Kalau yang mendengarakan adalah orang2 musik tentunya mereka sngt paham bahwa tidak ada kesulitan sedikit pun dalam membawakan lagu-lagu Kangen emaak Band.
Perlu dipahami bahwa masyarakat indonesia penikmat musik bukanlah kalangan kelas menengah atas melulu, yang sudah paham budaya barat, dengan lirik2 modern yang romantis. Tidak. Berapa persen masyarakat negara ini yang termasuk golongan yang tidak bergengsi? Sehingga mendengarkan lagu-lagu Kangen Band adalah suatu hiburan yang sangat memuaskan dengan kesederhanaan musik dan lirik, dan juga lebih familier dengan kehidupan gombal sehari-hari. Walau penampilan personelnya hanya terbilang rata-rata(beberapa menyebutnya di bawah rata2).
So,, apa hubungannya dengan saya? berhubung saya bukan fans kangen band dan jg bukan musisi.
Hubungannya dengan Trading… haa??
Iya, begini ceritanya(eng ing eng….) Sudah hampir dua tahun saya tenggelam dalam aktifitas forex trading. Berhubung ekonomi makro itu saling terkait maka secara tidak langsung sy juga mengamati dan mempelajari ttg saham, perekonomian suatu negara, komoditas, pergerakan emas, dan kawan-kawannya. Banyak yg saya pelajari secara otodidak, termasuk bagaimana jalan pikiran analis-analis terkemuka di bursa saham. karena itu sy sangat serius memperhatikan analisa2 mereka ketika mereka sedang berkomentar.
Begitu juga dari ebook2 yang sy dapatkan dari ineternet, membaca website2 terkait semuanya sangat membantu saya dalam memahami pasar. Pemahaman Indikator teknikal menjadi pemahaman wajib,, psikologi massa pun menjadi bahan pembelajaran yang tidak bisa dilupakan.
Lalu bagaimana hasilnya?? semakin hari sy semakin paham dengan mengapa harga ini bisa naik dan yg itu bisa turun dan sebagainya(walaupun tidak dalam level expert). Tapi dalam hal Profit Trading hasilnya jalan di tempat… tidak banyak hasilnya dan merah pun tidak bisa dilepaskan. Dibandingkan dengan teman-teman yang seangkatan dalam memulai trading dalam hal Profit rasanya saya sangat tertinggal. Seorang teman sudah bisa mengahsilkan puluhan ribu dollar selama tradingnya, beberapa kenalan yang baru memulai trading di tahun 2008 sudah mendapatkan profit yang konsisten, walaupun pola pengetahuan ttg perekonomian dan pola berpikirnya sngt menyedihkan. Mengapa performance trading saya malah tidak terlalu berkilau?
Saya pun mulai introspeksi diri. Beberapa hal yg menyebabkan justru karena saya terlalu banyak belajar. haa,, banyak belajar jadi payah? qqq….
Sebenarnya tidak juga. Kalau segala yg kita pelajari itu dapat kita terapkan secara konsisten, jadi hasil analisa secara keseluruhan itu menjadi dasarnya. Jadi segala yang kita pelajari tidak hanya menghasilkan analisa kosong dan hanya sebagai bahan pembicaraan seperti dosen-dosen muda FTI yang hanya bisa ngomong doang.
Lalu mengapa teman2 yang sy kenal bisa lebih berkilau hasilnya? Dari pengamatan saya, cakupan analisa mereka terlalu sempit dan sederhana. Dan itu justru memiliki keuntungan tersendiri. Beberapa ilmunya terlalu dangkal sehingga kadang tidak mengerti istilah yg sy omongkan. Tapi justru dengan kesederhanaan analisa mereka(karena keterbatasan ilmu) mereka lebih fokus, konsisten dan disiplin dengan analisa yg secuil itu. Toh Alexander Elder pun mengatakan dalam bukunya bahwa pasar itu adalah primitif, bodoh, dan mudah terpengaruh. yup…
Ketika kita menganalisa pasar berarti kita menganalisa prilaku sejumlah besar manusia yang akan mengambil keputusan kedepannya utk satu hal yaitu posisi,,, apakah buy,sell, atau hold. Dalam bukunya Elder mengatakan bahwa jika manusia berkumpul dan membuat keputusan maka keputusannya bersifat sederhana dan mudah terpengaruh satu sama lain. Pikiran kompleks terjadi jika manusia berpikir sebagai individu. Dan pasar adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual dalam jumlah yang sangat besar.
Jadi prinsip Kangen Band berlaku disini. wakakakak….
Iya betul. Jika kita tidak suka dengan kangen Band yang terkesan Ndeso,, nyatanya mayoritas dari rakyat Indonesia itu terbentuk dari kalangan menengah bawah yang juga bisa dikatakan Ndeso(termasuk saya :p ). Sehingga terbentuklah fans yg cukup banyak. Atau jika dalam market, maka terjadilah pergerakan. Entah pergerakan itu terjadi hanya krn persepsi harapan yang terlalu simple, bodoh, terlalu sederhana atau apalah.. tapi ya itulah market. Hukum kangen band berlaku( Istilah baru…).
Lalu bagaimana dengan milyaran, triliun karung e-mail ilmu yg sy pelajari? Apakah tidak berguna,,, saya pikri semua itu tetep berguna. Kita dapat melihat secara lebih luas, lebih rasional sehingga lebih masuk akal dalam melihat market ke depannya. kalau ada pertanyaan pun kenapa GBPUSD menguat? Bisa lebih dari sekedar menjawab “Ya karena indi-nya ngasih sinyal begitu,,, nggak karena yg lain” =)) .
Tapi dengan kesederhanaan itu yang tidak bisa dilepaskan adalah konsisten, disiplin dan fokus yang menjadi faktor penentunya. Kalo analisa kita sederhana tapi hal2 tersebut tidak include,,,, sepertinya mimpi untuk tidur di atas kasur lembaran dollar harus di kubur dalam-dalam.
Forex4xEducation.com Your source for forex training and education. Our software and system is the best in forex market – let me prove it!
betul juga sih…pendapat anda
tapi saya bangga jadi orang indonesia
hehehehhe
http://tradersukses.site90.net
salam kenal
http://tradersukses.site90.net
analisanya menarik mas. Saya kok jadi kepingin juga belajar menganalisa saham dengan teori yg sederhana saja.
Ajarin doong